Melatih sekaligus menjaga kesehatan dan keafiatan adalah hal yang sangat personal, semuanya tergantung pada diri kita masing – masing. Seberapa besar motivasi kita untuk tekun berlatih, seberapa gigih ketelatenan kita untuk terus mengupayakan hidup yang seimbang dan sehat jiwa raga. Ada banyak hal yang berkaitan dalam lingkup mental health.

Secara lugas aku ingin meyakinkan kamu bahwa memiliki kondisi ideal dalam konteks well-being atau keafiatan adalah hal yang penting. Aku tidak memaksa kamu harus mempercayainya, minimal kita sama – sama menyadarinya saja dulu.

Salah satu hal yang masih dan ingin terus aku tekuni adalah tentang mindfulness. Sebuah konsep yang membiasakan dan menghidupi upaya untuk sadar penuh dan hadir utuh dalam keseharian. Kebiasaan mindful mengajak kita untuk secara teratur dan terbuka mengidentifikasi kebutuhan. Tujuannya juga sangat personal, untuk membuat kita lebih kebal stress dan menjalani hidup dengan sadar utuh.

Apakah ada yang berpendapat bahwa meditasi ibarat titik akhir dari suatu perjalanan? Seolah – olah jika kita bermeditasi, berarti kita diam dan sudah sampai pada titik tuju.

Enggak seperti itu, meditasi justru berarti eksplorasi. Meditasi menjadi suatu tempat spesial di mana setiap kondisi adalah momen yang berarti. Dalam momen ini kita bertualang ke dalam pikiran masing – masing. Kita melintasi aliran sensasi yang berseliweran; entah dari angin, getaran refleks tangan, atau aroma yang lewat di depan hidung. Kita bertualang juga menelusuri emosi dan pikiran sambil tetap waspada sehingga tidak tersesat dalam petualangan ini.

Secara umum ada 3 latihan praktis yang bisa dipelajari dalam lingkup meditasi.
a. Focused – attention meditation
Meditasi ini bertujuan untuk melatih fokus pikiran kita pada satu aspek. Sehingga nantinya kita bisa lebih aware dan berkonsentrasi dalam keseharian. Meditasi ini sekaligus menjadi langkah awal untuk kamu yang mau membiasakan diri bermeditasi. Contoh dari konsep ini adalah latihan sadari napas.

b. Open – awareness meditation
Konsep ini mengajak kita untuk sadar seluasnya. Kita dipersilakan dan diajak untuk mengobservasi pikiran, perasaan sensoris, dan emosi yang muncul. Syaratnya cuma satu, berusahalah untuk tidak reaktif pada semua hal yang muncul atau menghampiri. Cukup disadari tanpa perlu digubris berlebih. Susah – susah gampang ya.

c. Loving – kindness meditation
Meditasi ini mengajak kita untuk merasakan dan menghayati secara mendalam tentang konsep welas asih (compassion). Titik awalnya harus dari diri sendiri. Setelah kita bisa berwelas asih pada diri ini, maka rentangkan tanganmu lebih lebar untuk merengkuh rekan dan keluarga. Secara bertahap meluas pada orang – orang yang kamu anggap sulit, dan berakhir sampai pada semua orang. Bayangkan, pikirkan, dan temukan alasan untuk berwelas asih pada mereka.

Meditasi: buat apa?

Sampai hari ini, minimal ada 6.000 artikel ilmiah yang mengkaji manfaat dari meditasi. Ulasannya tidak hanya dari aspek psikologis, namun juga banyak artikel dari studi neuroscience.
a. Meningkatkan skill amigdala untuk lebih tenang dan jitu dalam menyikapi stress
b. Melatih berkonsentrasi dengan efisien
c. Menjaga kesadaran dan mengurangi pikiran ngelantur
d. Lebih tahan sakit, bukan berarti debus, tapi meditasi bisa meningkatkan ambang toleransi sakit sekaligus meminimalisir terapi mental dengan obat adiktif.
e. Meningkatkan imunitas karena menurunkan senyawa pemicu inflamasi di dalam tubuh.“The thing about meditation is: You become more and more you.” – David Lynch

Referensi: www.mindful.org/9-mindful-habits-for-well-being/