Covid mengacaukan hidupku!

Kalau kata kacau terdengar terlalu serius minimal covid bikin kita bingung, clueless gitu. Bahkan sampai muncul pertanyaan hidupku kok rasanya jadi enggak jelas ya. Semuanya jadi kayak anak kecil lagi, harus beradaptasi sama lingkungan. Ada perasaan yang aneh tapi tidak tahu bagaimana menyikapinya.

“Covid Brain”

Kesannya remeh, cuma susah tidur atau stress. Padahal otak kita mengalami perubahan besar akibat trauma dan banyaknya ketidakpastian ini. Area prefrontal cortex bekerja keras menjelajahi sistem ingatan jangka panjang untuk menemukan pengalaman yang serupa; dengan harapan kita bisa memiliki panduan untuk bertindak. Akibatnya jadi lebih mudah gelisah, tidak fokus dan rapuh secara emosional. Fenomena inilah yang disebut sebagai “covid brain”. 

Anyone?

Well, kabar baiknya adalah kamu tidak sendirian. Kabar buruknya, tidur yang lama tidak menyelesaikan masalahmu. Secara alamiah, waktu dan rasa welas asih menjadi dua hal yang sangat membantu pemulihan mental seseorang. Namun kita tidak bisa hanya pasrah dan berdiam diri. Cobalah tiga hal yang bisa mulai dilakukan untuk menjernihkan pikiran.

  1. Rethink your stress

Stress tidak berbahaya bagi kesehatan. Faktanya, pemikiran dan respon kita akan stress yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental.

Cobalah membuat sugesti dan persepsi baru, di mana stress menjadi suatu momen adaptasi yang bermanfaat. Sehingga kita bisa menyikapi stress dengan lebih sadar. Tubuh dan pikiran menjadi lebih enteng dan pastinya baik bagi kesehatan.

  1. Get your soundtrack of the day!

Musik dapat membentuk suasana di sekitar. Jadi, pilihlah musik yang tepat untuk membantumu lebih rileks dan bisa berpikir jernih. Misal, ketika ada deadline yang harus dituntaskan pilih musik dengan tempo sedang dan volume sedang.

Musik dengan melodi yang terlalu lambat atau tenang bisa menimbulkan rasa ngantuk. Namun lagu favorit dengan melodi up-beat juga bisa menjadi distraksi, mengingat risiko karaoke lebih besar dibandingkan potensi melanjutkan pekerjaan.

  1. Be mindful

Konsep mindfulness ingin kita bisa peka dan sadar penuh akan hal – hal yang terjadi di dalam maupun di luar diri. Oleh sebab itu mindfulness erat kaitannya dengan meditasi. Tujuannya melatih kemampuan tubuh untuk fokus akan satu hal pada satu waktu. Pembiasaan ini menjadi relevan sekali bagi kondisi hari ini. 

Di tengah banyaknya pilihan, tekanan, euforia sekaligus keraguan, mindfulness menjadi pemandu arah agar jalan tetap lurus. Dengan pikiran yang lebih jernih, setiap dari kita bisa melihat keadaan dengan lebih nyata dan merespon dengan lebih benar.

“We can’t direct the wind,

But we can adjust the sails”- Thomas S. Monson

Referensi: www.inc.com/jessica-stillman/neuroscientist-covid-brain-is-a-real-thing-heres-how-to-deal-with-it.html