Tahukah kamu ada bahan makanan yang bisa membantu kita untuk lebih sehat dan bahagia. Buat yang masih bertanya – tanya apa hubungannya makanan dengan kesehatan mental, temukan jawabannya berikut ini ya.

Pusat kontrol tubuh kita adalah otak. Ya, otak ini bagaikan processor dalam gadget, yang sangat pintar dan bekerja tiada henti. Di sisi lain, kita yang pernah utak – atik gadget juga tahu kalau di dalam processor ada banyak komponen kecil dan serabut logam yang saling terhubung. Otak tidak bekerja sendirian, tidak akan sanggup. Malahan kerja otak disetir oleh sesuatu yang tidak kita sadari.

Sounds creepy yet makes us curious!

Faktanya tubuh kita selalu mengirimkan sari makanan, hormon, dan sinyal kimiawi ke otak. Seluruh komponen ini berperan besar dalam menentukan bagaimana otak bersikap terhadap kondisi kesehatan, pikiran, perasaan, dan banyak aspek pertahanan diri lainnya. Sumber sari makanan, sinyal kimiawi, dan sebagian besar hormon ini berasal dari usus. Mungkin ini ya sebabnya beberapa frase bahasa Inggris menggunakan kata gut, seperti trust your gut dan gut instinct. Usus kok dipercaya.. seolah bisa berpikir saja ya.

Maka, makanlah yang teratur, yang cukup, dan yang benar. Tidak salah makan yang enak, tapi telusuri juga ya apakah yang enak itu sehat, tidak bermanfaat, atau justru berbahaya. Kita enggak mau kan menjadi sulit fokus, gampang ngedrop, atau bahkan jatuh sakit cuma gara – gara ceroboh dalam makan. Ini bukan lebay ya, tapi banyak penelitian yang mulai menggali lebih dalam hubungan makanan dan kesehatan.

Gangguan keseimbangan sinyal kimiawi yang sampai ke otak ternyata berdampak juga pada anxiety dan depresi. Kita perbaiki pola makan ini bersama – sama ya. Selama kita mau belajar, mendisiplinkan diri, dan beneran niat, maka kita bisa menjadi pribadi yang lebih sehat, mindful, dan bahagia.

  1. Probiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang memiliki manfaat bagi saluran pencernaan dan kesehatan kita secara luas. Kenapa perlu mengkonsumsi probiotik?

Karena pola makan dan pola hidup yang kurang baik selama ini membuat bakteri di dalam usus tidak seimbang. Contohnya, ketika banyak makan junk food, maka tumpukan lemak itu membuat bakteri baik tidak bisa hidup optimal tapi justru membuat bakteri jahat tumbuh ganas. Kita pun jatuh sakit, mungkin sampai harus minum antibiotik untuk mematikan bakteri jahat itu. Tapi bakteri baik juga ikut mati.

Tahukah kamu, bakteri baik di dalam usus kita membantu memecah sari makanan yang menjadi komponen pembentuk hormon serotonin, gamma-aminobutyric acid (GABA), dan lainnya yang membuat kita merasa tenang, nyaman, tidur nyenyak, dan fokus. Selain itu, bakteri baik ini juga memproduksi senyawa asam lemak tertentu yang menjadi sinyal penting dalam sistem regulasi otak. Sekarang kita mulai sadar ya bahwa hidup tidak hanya diatur oleh diri ini sendiri. Ada makhluk hidup lain yang tinggal dalam tubuh dan rupanya sangat baik hati dan banyak membantu menjaga keseimbangan dan kesehatan.

Probiotik bisa diperoleh dari mana?

Kita bisa menemukannya dalam produk fermentasi, seperti yogurt yang mengandung kultur bakteri hidup, kefir, dan beragam jenis keju. Pesanku, teliti dalam membaca komposisi dan informasi dalam kemasan pangan olahan ini ya, sebab tidak semua minuman yogurt mengandung bakteri hidup yang baik. Untuk kamu yang vegetarian atau ingin memperbanyak plant-based food, probiotik bisa ditemukan dalam tempe, miso, kimchi, dan kombucha.

  1. Prebiotik

Kalau tadi kita bicara tentang bakterinya, sekarang bicara tentang makanannya. Ya, bakteri kan makhluk hidup, jadi juga butuh makan. Sekalipun kita banyak makan probiotik, namun jika makanan mereka tidak cukup banyak, nantinya bakteri baik ini tidak bisa tumbuh optimal dalam usus kita dan akan mati juga.

Untungnya bakteri tidak rewel dan ribet dalam memilih makanan. Mereka hanya membutuhkan banyak karbohidrat kompleks dan serat. Jadi mulai sekarang, perbanyak konsumsi kacang – kacangan, buah – buahan, bawang, asparagus, dan oat. Sama seperti kita, mereka juga butuh makanan yang bervariasi. Jadi daripada makan sayur dan buah yang itu – itu saja, yuk kita makan yang bervariasi. Lebih menyehatkan dan tidak membosankan juga buatmu!

  1. Vitamin yang bikin good mood

Selain menjaga imunitas, vitamin juga membantu kita untuk lebih sehat dan bahagia. Meningkatkan  konsumsi vitamin A, B kompleks, dan C membantu menjaga kesehatan sel otak, terutama dalam hal ketenangan dan pengaturan mood. Vitamin A dan C bisa kita temukan dalam sayuran berwarna hijau tua dan buah berwarna cerah serta mencolok. Contohnya bayam, brokoli, alpukat, jeruk, melon cantaloupe, ubi ungu, dan pepaya. Sedangkan vitamin B kompleks banyak terdapat dalam kacang – kacangan, ikan, dan seafood.

  1. Mineral yang bikin good mood

Zat besi, magnesium, dan zink memegang fungsi super penting bagi otak. Sekalipun mineral hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tapi kita tetap harus mengkonsumsi secara rutin dan dalam jumlah yang wajar ya. Terlalu sedikit nanti enggak optimal, tapi kalau terlalu banyak juga bisa mengganggu penyerapan antar mineral dan mengusik bakteri baik di usus. Mineral tadi bisa kita temukan dalam telur, daging, kacang – kacangan, dan biji – bijian. Biar lebih aman, pastikan semua bahan makananmu dimasak hingga matang ya.

  1. Asam omega – 3

Sekalipun termasuk lemak, tapi asam omega-3 tidak berbahaya seperti jeroan atau lemak jenuh dalam junk food. Asam omega-3 justru menjadi komponen dalam regenerasi sel otak dan mengurangi risiko bad mood. Kita bisa menemukan asam omega-3 dalam ikan laut, terutama salmon, mackerel, sarden, dan tuna. Tapi kalau kamu kesulitan memperoleh ikan tersebut, atau khawatir dengan pengawet dan penyedap rasa dalam produk olahan atau kalengan, suplemen bentuk kapsul juga bisa menjadi opsi yang praktis.

  1. Herbal dan bumbu dapur

Terdengar cukup menggelikan, tapi beneran deh. Herbal dan bumbu dapur yang selama ini diseduh untuk teh atau bikin makanan lebih sedap ternyata juga menyehatkan otak dan saluran cerna. Kunyit adalah contohnya. Kunyit mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan lambung, usus, dan juga otak. 

Kalau herbal untuk teh, kamu juga pasti sudah banyak mendengar, seperti lavender dan chamomile yang membuat kita lebih rileks dan nyaman. Ngeteh sore – sore setelah duduk dalam sesi jeda dan mindfulness meditation? Nikmat!

“Let your food be your medicine”- Hippocrates

Referensi: www.mindful.org/what-to-eat-for-optimal-mental-health