Di masa pandemi ini unggahan media sosial beberapa diramaikan dengan foto liburan dengan hashtag #throwback. Mungkin, sang pengunggah konten sedang merasa kangen akan suasana dulu ketika sebelum pandemi. Bisa bebas kumpul – kumpul dan jalan – jalan ke mana pun sambil liburan

Namun pernahkah kamu mendengar istilah jalan-jalan di alam ala mindfulness?

Kita memulainya dari rekreasi dulu. Sebenarnya apa sih yang dicari dari rekreasi? Mungkin selain hiburan, dengan rekreasi kita bisa belajar tentang dunia luar, merasakan bahwa apa yang enggak ada di rumah indah sekali dan bisa ngasih ketenangan sambil membuka wawasan. Nah, secara definisi menurut KBBI rekreasi itu penyegaran kembali badan dan pikiran.

Rekreasi ini dilakukan ketika ada waktu liburan, setelah badan dan pikiran fokus sama berkas-berkas kerja, kubikel dan laptop. Pikiran dan badan ngerasa lelah dan butuh waktu untuk istirahat atau refresh. Rekreasi yang jadi jawaban dari kelelahan kita ini. Dulu sih bisa datengin pantai, taman safari, atau museum dan tempat lainnya sama keluarga di akhir pekan. Tapi kalau kondisinya gini ya sementara mesti ditahan, hanya keluar rumah untuk hal yang benar – benar mendesak dan penting.

Walaupun gitu, enggak perlu gusar. Sebenarnya rekreasi bisa dilakukan tanpa pergi ke tempat wisata. Kita bisa menikmati alam hanya dari rumah. Caranya:

Jalan santai.

Mungkin selama ini kamu sering jalan dengan buru-buru, atau pas lagi di taman belakang rumah enggak santai. Tapi kali ini coba deh jalannya santai aja. Kalau lagi WFH atau misalnya akhir pekan bisa menyediakan waktu 30 menit atau 1 jam. Bisa sambil berjemur, melakukan peregangan, olahraga ringan sambil jalan santai di teras rumah.

Kenapa mesti santai? Karena dengan jalan santai ini bisa menyadari akan sesuatu yang selama ini sering kelewatan. Enggak cuma terlihat sama mata, tapi pasti semua hal bisa disadari.

Sadari apa yang setiap indera rasakan.

Pernah ngeh enggak setiap kali hujan, suka ada wangi tanah basah yang kita enggak bisa berhenti buat ngehirupnya? Lucunya ini hanya sekadar bebauan tapi bisa bikin tenang.

Misalnya cuaca lagi adem, coba rasakan angin yang sejuk mengenai rambut dan kulit. Lalu indera pendengaran menyadari suara angin atau hewan.

Perhatikan hal kecil.

Jadi ada seorang fotografer National Geographic yang ngabisin waktu tiarap buat fotoin bunga yang namanya pinhead flowers, yang mekarnya cuma sebesar ujung pensil. Setelah dia foto, dia coba nge-zoom hasilnya dan yang dia lihat itu menakjubkan.

Nah untukmu yang hobi merawat tanaman di rumah coba bener-bener perhatikan seluruh bagian tanaman kira-kira apa yang bisa dilihat.

Sadari detil yang kecil.

Ini lanjutan dari cara sebelumnya. Dengan menyadari hal-hal kecil, kita bisa ngerasa bahwa diri ini punya kesadaran penuh yang berbeda dari biasanya. Mungkin biasanya selalu fokus sama hal-hal besar kayak apa yang terjadi sama negara, atau kantor dan sebagainya. Tapi dengan menyadari hal-hal kecil seperti ini, kita bisa tahu bahwa hal kecil juga mengalami suatu kejadian yang layak untuk disadari.

Jangan bawa apa-apa.

Saat kamu sedang duduk di teras rumah atau ada keperluan jalan keluar, coba jangan bawa apa-apa. Biar sadar di sini – kini. Dengan enggak bawa apa-apa, termasuk HP, kita bisa bener-bener nikmati momen di saat itu. Kita mesti sadari bahwa alam yang ada di sekitar enggak nuntut untuk ngecek e-mail atau chat di Whatsapp setiap waktu. Mereka cuma butuh perhatian saja.

Diam sejenak.

Bisa dilakukan dengan pilih tempat yang paling nyaman dulu. Terus coba lawan keinginan untuk pergi lanjut jalan atau pulang. Ini karena David Haskell, seorang ahli biologi, ngabisin waktu satu tahun di hutan selama satu tahun untuk nulis The Forest Unseen: A Year’s Watch in Nature. Dengan kita diam sejenak, alam bakal menunjukkan rahasianya.

Sumber referensi: 7 Ways to Appreciate the Natural World (https://www.mindful.org/7-ways-to-appreciate-the-natural-world/)