/mindfulness.

Sebuah konsep yang dibahas di mana – mana mulai dari konteks populer, psikologi, hingga kesehatan. Banyak orang bertanya, setelah memahami dan bisa menerapkan mindfulness, what’s next?

Here’s the next..

Seorang biksu bernama Ajahn Brahm menyebutkan bahwa banyak orang masih berpikiran bahwa mindfulness dan welas asih (compassion) adalah dua hal yang terpisah. Padahal kedua konsep ini akan jauh lebih bermakna jika dilakoni berdampingan lho! Jadi Brahm mengajarkan kindfulness.

Konsep yang kayak gimana tuh?

Kindfulness mengingatkan kita untuk menjadi pribadi yang pemaaf dan murah hati. Kindfulness tidak bisa cuma dirasakan dan dipikirkan, konsep ini harus dipraktekkan dan dilatih secara berkesinambungan bahkan bagi diri sendiri.

Ya dong.. sebelum mencintai orang lain, kita harus mencintai diri sendiri terlebih dulu kan?

Apalagi di waktu sekarang ini dengan begitu banyak tekanan dan kepenatan, banyak dari kita yang tidak sempat memperhatikan dan mencintai diri sendiri.

Wah..kondisinya aku banget

Oke kalau gitu, cobalah untuk meluangkan waktu dan menerapkan konsep kindfulness ya.

Pertama awali segala sesuatu dengan mindfulness. Ambil waktu sejenak dan dengarkan kata otak dan hatimu. Rasakan juga pundakmu yang belakangan ini sangat pegal. Ketika semuanya terdengar, terlihat, dan terasa lebih nyata itu artinya kamu berhasil sadar penuh dengan dirimu sendiri.

Lanjut!

Selanjutnya adalah kebaikan alias kindness. Sekalipun rasa stress itu menyebalkan, namun terimalah kehadirannya sebaik mungkin. Sadari bahwa stress itu juga bagian yang membentuk dirimu saat ini. Luangkan waktu beberapa menit untuk menajamkan rasa ini.

Terakhir, kembalilah. Sadari keadaanmu saat ini. Telitilah batinmu, apakah terasa lebih tenang? 

Anyway, minta tips and trick untuk jadi lebih tenang dong..

Nih..kamu bisa cobain beberapa tahapan berikut ini ketika sedang me-time atau meditasi on the go.

  1. Letakkan tangan di dada

Dalam meditasi, kita perlu menyatu dengan diri sendiri. Jadi, rasakan telapak tanganmu yang hangat dan buatlah itu menjadi fokus perhatian.

  1. Senyum dong!

Tersenyumlah untuk dirimu dan quality time yang kamu miliki.

Jika tersenyum terasa sulit, pakai kedua telunjukmu untuk mendorong sudut bibir ke atas. Terkesan dipaksakan, tapi lakukanlah. Sedikit pemaksaan kadang diperlukan juga kan, sedikit aja..

  1. Biarkan hatimu berbicara

Sadarkah kamu, kita terlalu sibuk dengan pikiran di kepala dan semua logika.

Sampai lupa memberi kesempatan hati untuk merasa. Jadi, berikanlah kesempatan buat hati mencurahkan semuanya.

Saat diri sendiri sudah bisa dipahami dan disayangi, kita jadi lebih terlatih untuk bisa menyadari dan menerima orang lain tanpa niatan menghakimi.

  1. Perbanyak pelukan

Pelukan adalah gestur sederhana yang ampuh jadi moodbooster.

Sambil meditasi, kamu boleh banget memeluk guling atau teddy bear.

Kamu juga bisa memeluk diri sendiri. Peluk dan tepuklah lenganmu sendiri terlebih ketika harimu kurang baik, lelah, dan tidak cerah.

  1. Ngobrol juga sama diri sendiri

Sampaikan apa yang selama ini ingin kamu dengar dari orang lain tentang kamu. Berdialoglah dengan diri sendiri secara lembut, seperti berbisik aja.

Kalau rasanya masih janggal, kamu bisa mulai dengan beberapa kata sederhana misal “rileks ya..” atau apapun kata yang menenangkan dan kamu butuhkan sekarang.

Tidak ada perasaan yang terlalu kecil atau terlalu remeh untuk dibagikan.

Semua yang dilakukan dengan tulus akan terasa hangat bagi hatimu dan hatinya.

Referensi: www.mindful.org/its-not-mindfulness-without-kindness/