Pada satu kesempatan ada masa di mana teman, keluarga, bahkan orang yang sekilas berpapasan ketika di lift saja bersikap baik. Rasanya seolah dunia begitu nyaman ditinggali. Kita jadi terlena sampai lupa melakukan salah satu kewajiban manusia, menjadi pribadi yang baik.

Di sisi lain, ada masa ketika hari – hari terasa berat. Realita tidak berjalan sesuai ekspektasi. Teman yang selama ini didukung mendadak malah menusuk dari belakang. Sehingga rasanya tidak ada gunanya menjadi pribadi yang baik. Toh tidak ada orang yang berbuat baik pada kita.

Terus gimana dong?

Aku dan cukup banyak orang masih percaya bahwa perbuatan yang benar akan membuat kita menjadi lebih utuh dan dunia juga menjadi lebih cerah. Dengan perubahan kecil dan bertahap, dengan hadirnya orang – orang yang utuh dan sadar penuh semuanya mungkin bisa terjadi. 

Oke, mari kita jadi orang baik!

  1. Bahagiakan orang lain

Bahagia adalah perasaan jujur yang tidak dibuat – buat. Tidak ada resep baku untuk mewujudkannya, namun kamu pasti punya caranya. Membahagiakan orang lain tidak melulu soal materi atau berdonasi. Ada hal lain yang bisa dilakukan, seperti meluangkan waktu untuk menjadi pendengar yang baik, sedikit lebih peduli, dan mencintai lebih tulus lagi. 

  1. Peduli pada hal kecil

Semua orang pasti punya tantangan. Untuk masalah atau kondisi yang serius, ada banyak orang yang peduli dan mau turun tangan. Tapi untuk hal yang sederhana, mudah bagi kita untuk mengabaikannya. 

Yuk ambil bagian dari hal yang kecil ini, seperti membuat kebiasaan baru untuk membukakan pintu bagi orang yang berjalan di belakangmu.

Bersikap ramah dan sopan pada driver ojol juga hal kecil yang berarti.

Lakukan terus dan suatu hari nanti kamu akan melihat bahwa kepedulianmu sudah menjadi hal besar.

  1. Build it anyway

Pernahkah kamu bertanya, bagaimana jika aku berniat menolong tapi malah ditolak? Atau kekhawatiran, akankah perbuatanku ini tepat? Keraguan ini memang sangat wajar. Saranku, tetap lakukan yang hatimu katakan di awal. Mungkin reaksi yang timbul tidak sesuai ekspektasi kita, toh hal itu kondisi di luar kontrol. Jangan biarkan keraguan menghalangimu, build it anyway.

  1. Perhatikan keluarga

Keluarga adalah inner circle utama. Teman dan orang terdekat bahkan ada juga yang kita anggap sebagai keluarga. Ingat selalu untuk mempedulikan mereka ya, hargai setiap waktu dan kesempatan yang ada.

  1. Tidak menunda kebaikan

Kita tidak perlu menunggu orang lain untuk menginisiasi, atau menunggu waktu yang lebih tepat. Kita juga tidak perlu menunggu ketika ada yang menghampiri dan meminta bantuan. Yuk mulai dari hal kecil yang sederhana dan dari orang – orang di sekitar kita!

  1. Percaya dan beriman

Kesuksesan, pamor, dan segala gengsi duniawi tidak menentukan siapa pribadi kita. Keyakinan pada Yang Maha Kuasa lah yang membentuk kita menjadi pribadi yang kuat dan mampu menjalani kehidupan ini. Ingatlah untuk selalu memohon rahmat-Nya agar kita dimampukan menjadi manusia yang berguna bagi sesama.

  1. Bertindak dengan yakin

Keyakinan lebih dari sekadar percaya. Keyakinan adalah suatu tindakan, termasuk dorongan untuk peduli pada orang lain. keyakinan ini menjadi spirit kita untuk melakukan perbuatan yang benar. Apa motivasi dari tindakan kita sehari – hari?

“We ourselves feel that what we are doing is just a drop in the ocean.

But the ocean would be less because of that missing drop”- Mother Teresa

Referensi: faithcounts.com/mother-teresa-7-life-changing-lessons/