The next level of yuk bisa yuk

Ngomongin kebahagiaan itu enggak ada habisnya. Selalu ada hal yang membuat kita merasa senang. Di sisi lain, selalu juga ada hal yang membuat kita enggak senang. Bahkan, sesuatu yang dulu menjadi sumber kebahagiaan, sekarang malah bisa jadi sumber masalah. Satu hal yang pasti, sekalipun hidup ini tidak selalu berpelangi dan dipenuhi hujan uang, tapi kebahagiaan yang sejati itu masih ada. Tetap ada, sekalipun di waktu kelam.

Melihat kebahagiaan dengan realistis, caranya?

Kita perlu menggeser paradigma dan ekspektasi sedikit saja. Tadi di awal sudah sepakat ya, bahwa kebahagiaan memang tidak terjadi terus-menerus di keseharian. Jadi, mungkin saja kebahagiaan ini seperti pengkhianat?

Coba kita berimajinasi, default mode untuk kehidupan ini adalah menyebalkan. Lalu muncul kebahagiaan sebagai si pengkhianat, si perusak suasana. Kehadirannya mendadak dan ya boom! Beneran merusak suasana tapi kita suka sama damage-nya. Ketika kebahagiaan muncul, kita sekali lagi diingatkan bahwa waktu yang sulit juga pasti ada kesudahannya. Mungkin bukan besok, tapi pasti akan ada waktunya yang tidak kita sangka.

Kenapa kebahagiaan harus terus diingat dan dianggap ada?

Fakta sains berkata bahwa kebahagiaan adalah salah satu imunitas terbaik untuk melewati masa sukar. Ketika kita mengingat, menganggap, dan mengamini kebahagiaan; kita menjadi lebih tangguh dan tidak terkungkung dalam negativitas. Pikiran menjadi lebih jernih juga, sehingga bisa melihat peluang untuk bangkit dan menjadi utuh kembali.

Cara untuk menguak kebahagiaan ini adalah dengan rajin mencari momen indah di kehidupan, mau yang sederhana atau serius dan grande, enggak ada bedanya. Temukan dan rengkuh itu semua. Mulailah untuk menyadari setiap momen harian. Semakin sering dan mudah kita melabeli keseharian ini dengan nama bahagia, maka semakin banyak dan nampaklah kebahagiaan itu di sekitar.

Apalagi yang perlu dilakukan untuk berbahagia?

Temukan tujuan hidupmu, bahkan untuk jangka waktu singkat seperti tujuan harian. Ada tiga pertanyaan reflektif yang bisa ditanyakan pada diri sendiri.

  1. Selain diri sendiri, hal apa yang aku pedulikan dan hargai?
  2. Tindakan sederhana apa yang bisa aku lakukan untuk mewujudkannya?
  3. Kira – kira akan seperti apa ya dampak jangka panjang dari aksiku ini bagi dunia?

Ubahlah setiap makna yang kamu temui menjadi aksi sederhana yang nyata. Jika nilai yang kamu usung adalah waktu keluarga, maka kamu bisa mulai dengan tidak membawa HP ke meja makan. Jika nilai yang kamu usung adalah lingkungan hidup, maka kegiatan memilah sampah rumah tangga untuk didaur ulang juga bisa menjadi kebiasaan baru.

Sempatkan untuk berpikir dan berencana setiap hari tentang aksi kecilmu. Bayangkan dan genggam juga konsep besar akan dampak baik yang kamu bawa. Lakukan terus dengan tekun dan setia. Rasakan juga bagaimana tujuan hidup itu bertumbuh dalam dirimu. Terakhir, jadilah orang baik.

Jadi selain menemukan kebahagiaan, kita juga membuat kebahagiaan itu?

Betul sekali. Berbuatlah baik karena kebaikan menular. Sejauh ini, belum ada pengalaman yang bisa memberikan feel sekuat dan sedahsyat ketika kita memberi dan berderma. Ini bukan hanya tentang uang, tapi dermakan waktumu, tenaga, perhatian, dan banyak lainnya. Mau tau satu rahasia tentang berderma?

Tell me!

Semakin sering kita berlatih, akan semakin baik juga moodmu. Bahkan, akan semakin mudah juga bagi kita untuk terbiasa menjadi orang yang murah hati! Jangan lupakan juga bagaimana hal ini menyebar dan menular ke orang lain dengan indahnya.

Referensi: www.mindful.org/boost-happiness-in-three-steps/